Warungasem. SMK Negeri 1 Warungasem mengadakan pengajian dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW, pada hari Jum’at 4 September 2026 di masjid sekolah. Pembicara pada kegiatan tersebut adalah Ustadzah Dini Alvi Fadhilah, S.Pd.
Suyanta, S.Pd., M.Si, Kepala SMK Negeri 1 Warungasem, dalam amanatnya pada apel pagi persiapan kegiatan, menyampaikan bahwa manusia hidup mempunyai dua tujuan; jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendek adalah sukses di dunia yang didapat dari pendidikan, pengalaman dan nasib. Sedangkan sukses di akhirat tergantung pada prestasi ibadah.



Diperlukan kerja keras untuk dapat sukses kedua duanya. Allah SWT berfirman bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu berusaha. Sehingga poin pentingnya adalah berusaha.
SMK berkomitmen dalam mendidik muridnya untuk sukses dunia akhirat. Untuk sukses di dunia , SMK mendidik lulusanya untuk sukses dalam tiga hal; bekerja, berwirausaha, dan melanjutkan studi. Dari tiga tujuan yang sama sama penting tersebut, titik beratnya adalah bekerja. Hal tersebut didasarkan pada data bahwa 60% lulusan SMK bekerja, 30% Berwirausaha, dan 10 % melanjutkan studi.
SMK Negeri 1 Warungasem berkomitmen dalam meningkatkan kualitas lulusannya melalui kebijakan kebijakan sekolah. Konsep konsep kebijakan sekolah tersebut semua bermuara pada satu tujuan, untuk menyukseskan muridnya yang handal dalam bekerja, berwirausaha, dan melanjutkan studi. Oleh karena itu, SMK diciptakan dengan dua tujuan, mengurangi pengangguran dan kemiskinan.
Dalam meningkatkan karakter siswa, SMK Negeri 1 Warungasen melaksanakan Program Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, salat berjamaah, senam, literasi dan sarapan bersama. Salat berjamaah merupakan sarana untuk sukses di akhirat.
Berkaitan dengan peringatan Maulid Nabi, Kepala Sekolah juga menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang berlatih murid dalam berorganisasi, menyukseskan kegiatan.
Sementara itu, Ustadzah Dini, dalam ceramahnya menekankan supaya siswa memperbanyak Selawat supaya selamat dari sakitnya hari kiamat. Selain itu, beliau juga meminta siswa untuk menghormati guru dan mencari ilmu yang bermanfaat.
Kegiatan Maulid Nabi diikuti oleh seluruh murid kelas X, XI, dan XI, beserta pendidik dan tenaga kependidikan. Yudha

